PILIH NEGARA/WILAYAH ANDA

ASETON DI TEMPAT KERJA: APA YANG PERLU ANDA KETAHUI AGAR TIM ANDA SELALU AMAN

Author headshot ansell
EMAP Marketing Communications Team

Dari salon kuku hingga pabrik manufaktur skala besar, aseton ada di mana-mana. Larutan volatil tak berwarna ini memainkan peran penting di seluruh industri - dari melarutkan resin dan membersihkan elektronik hingga meramu obat-obatan farmasi Namun, meskipun umum digunakan, aseton jauh dari kata tidak berbahaya.

Jadi, apa sebenarnya aseton itu? Dan yang lebih penting lagi, bagaimana Anda dapat melindungi diri Anda dan tim Anda dari bahayanya yang tersembunyi? Mari kita bahas lebih lanjut.

Aseton Digunakan untuk Apa?

Aseton (C3H6O) adalah larutan mudah menguap yang dikenal karena efektivitasnya dalam memecah zat seperti cat, lem, minyak, dan gemuk. Aseton digunakan untuk berbagai macam fungsi dalam industri manufaktur, farmasi, elektronik, dan perawatan pribadi.

  • Manufaktur
    Aseton digunakan dalam produksi plastik, serat sintetis, dan perekat industri.
  • Farmasi
    Aseton memainkan peran dalam formulasi obat-obatan dengan bertindak sebagai pelarut selama produksi.
  • Elektronik
    Larutan ini umum digunakan untuk membersihkan dan mempersiapkan komponen elektronik.
  • Perawatan Pribadi
    Aseton adalah bahan utama dalam membersihkan cat kuku dan produk kosmetik lainnya.

Dengan begitu banyak penggunaan aseton, tidak mengherankan jika permintaan global terus meningkat. Tetapi properti yang sama yang menjadikan aseton begitu bermanfaat juga membuatnya berisiko.


Bahaya Tersembunyi Aseton

Banyak pekerja tidak menyadari bahaya aseton, terutama dengan paparan berulang atau jangka panjang. Berikut ini yang perlu Anda ketahui tentang risiko yang ditimbulkannya:

  • Iritasi Kulit dan Mata
    Aseton dapat membuat kulit kering dan teriritasi, terkadang menyebabkan kulit pecah dan terkelupas. Uapnya juga dapat mengiritasi mata, yang menyebabkan kemerahan atau ketidaknyamanan.
  • Masalah Pernapasan
    Menghirup uap aseton dapat mengiritasi tenggorokan dan paru-paru, yang dapat meningkat menjadi gejala lebih serius dengan paparan jangka panjang.
  • Efek Sistem Saraf
    Terhirupnya aseton tingkat tinggi dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, kebingungan, dan mual. Seiring berjalannya waktu, efek neurologis ini dapat menjadi makin parah.

Gejala seperti pusing, mual, pandangan kabur, dan kulit pecah dapat dilacak terkait risiko kesehatan aseton. Dan berikut ini sesuatu yang tidak diperhatikan banyak orang: Aseton tidak hanya menimbulkan ancaman ketika terhirup, tetapi juga dapat terserap secara langsung melalui kulit.


Cara Menangani Aseton dengan Aman

Saat bekerja menangani zat volatil seperti aseton, keselamatan dimulai dengan tindakan hati-hati yang tepat. Hal ini meliputi:

  • Memakai APD yang tepat, termasuk sarung tangan tahan aseton, kacamata, dan respirator, untuk mencegah paparan terhadap kulit dan pernapasan.
  • Menyimpan aseton dalam kontainer yang disegel rapat, diberi label yang jauh dari panas, percikan, dan bahan kimia yang tidak kompatibel.
  • Bekerja di area dengan ventilasi yang baik disertai sistem pembuangan lokal dan pemantauan kualitas undara untuk mengontrol tingkat uap.

Mengapa Anda Perlu Memikirkan Kembali Praktik Keselamatan Aseton

Paparan di tempat kerja terhadap aseton bukan hanya teori. Menurut data OSHA, 4 dari 10 kejadian terkait aseton menyebabkan kematian. Itu adalah statistik yang mengejutkan, terutama untuk suatu zat yang banyak digunakan.

Apakah Anda berada di manufaktur, perawatan kesehatan, atau perawatan pribadi, pesannya jelas: memahami risiko aseton dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat sekaligus menggunakan APD yang tepat bukan pilihan, itu kewajiban.


Ingin mempelajari selengkapnya?

Dapatkan panduan yang dapat memberikan perbedaan dalam praktik keselamatan Anda saat menangani aseton.

Unduh panduannya